Minggu, 06 Januari 2013

Geografi Ekonomi


HANDOUT
MATA KULIAH GEOGRAFI EKONOMI








OLEH:
Prof. Dr. ENOK MARYANI, M.S.
BAGJA WALUYA, S.Pd.













JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2011

PERKEMBANGAN ILMU GEOGRAFI

§  Dimulai sejak jaman Yunani Kuno:
Ö        Cerita pengalaman suatu daerah
Ö        Melepaskan diri dari alam pikiran yang bersifat kepercayaan (mitologi), dimana abad VI SM berkembang IPA didasarkan pada logika (filsafat), seperti: Anaximenes, Thales, Herodotus, Erasthosthenes.
§  Abad kegelapan (the dark ages/abad pertengahan) dan muncul masa Renaissance. (petualangan besar dari Eropa dan geografi utk kepentingan kolonialisme). Geografi masih membicarakan tentang alam dan berbagai aspek kehidupan di permukaan bumi. Dianggap sebagai peletak dasar geografi fisik:
Ö        Van woodmard (1696) menyelidiki tentang fosil-fosil.
Ö        Issac Vossius (1663) tentang arus laut di dunia.
Ö        Halley menjelaskan tentang adanya angin pasat dan angin musim.
Ö        Cuache (1752) membahas tentang pembentukan pegunungan.
Ö        Buffon (1778) buku berjudul Epocue de la Nature.
Ö        Hutton (1788) buku berjudul Theory of the earth.
§  Geografi Modern muncul abad XVIII
Ö        Immanue Kant (geografi politik) membagi 6 bagian: Matematical Geography, Moral Geography, Political Geography, Physical Geography, Merchantile Geography, Theological Geography.
Ö        Karl Ritter (1779-1859), secara ilmiah, Fisis determinis, Geografi Sosial.
Daerah yang didiami manusia dan pemetaannya
Gerak perpindahan manusia dan sebab akibatnya
Peranan alam dalam menentukan kehidupan manusia
Ö        Ernst Kapp dengan Kultur Geographie. Manusia dianggap sebagai mahluk yang aktif terhadap lingkungan dan tempat  tinggalnya, dan tidak pasif seperti anggapan Ritter.
Ö        Otto Schluter (1872) jalan keluar bagi Anthropogeographie Ratzel. Bahwa bukan alam yang menjadi dasar kerja Geografi, tetapi manusia dan kebudayaannya (Pandangan Kultur Geographie): Geografi tempat tinggal, Geografi ekonomi, Geografi Transportasi.
Ö        Paul Vidal de la Blache (1845-1919) dari fisis determinis menjadi Possibilisme. Geografi bukanlah pengetahuan buku semata-mata tetapi haruslah dimulai dari kenyataan, bahwa setiap teori dan kerangka pemikiran harus dapat dibuktikan. Faktor yang menentukan kehidupan manusia adalah Genre de Vie artinya: tipe proses produksi yang dipilih manusia dari kemungkinan-kemungkinan yang diberikan oleh tanah, iklim, dan ruang yang terdapat di suatu daerah.

PENGERTIAN DAN PENDEKATAN
§  Alexander: Geography the study of spatial variation on the earth’s surface.
§  Geografi mempelajari sesuatu gejala, sesuatu aspek dari segi ruang. Ruang muka bumi bisa dipelajari secara keseluruhan (general geography) atau bagian demi bagian (Regional Geography).
Sering disebut: space science, spatial science, areal science, regional science.
§  Semlok 1988 di Semarang: Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan, kewilayahan dalam konteks keruangan.
Prinsip dasar Geografi:
  • Prinsip penyebaran (distribution)
  • Prinsip relasi (relationship)
  • Prinsip region
Sepuluh (10) konsep esensial geografi:
(a) konsep lokasi, (b) konsep jarak, (c) konsep keterjangkauan, (d) konsep pola, (e) konsep morfologi, (f) konsep nilai kegunaan, (g) konsep anglomerasi, (h) konsep interaksi dan interpendensi, (i) konsep diferensiasi areal (struktur keruangan/ distribusi keruangan, (j) konsep keterkaitan keruangan ( proses keruangan).
Menurut Bintarto (1984) Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala muka bumi, baik fisik maupun makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, ekologi, dan regional untuk kepentingan program, proses dan keberhasilan pembangunan. Batasan Geografi ini mengandung arti bahwa studi geografi merupakan pengkajian keilmuan, gejala dan masalah geografi.
Geografi dibedakan menjadi dua yaitu geografi fisik dan geografi manusia. Geografi fisik menurut Nursid yaitu cabang geografi yang mempelajari gejala fisik dari permukaan bumi. Sedang geografi manusia yaitu cabang geografi yang bidang studinya aspek keruangan gejala di permukaan bumi dengan mengambil manusia sebagai obyek pokoknya. (Sumaatmaja,1988:52-53).

Analisa Interaksi Keruangan
1. Gerakan dalam Geografi
Penduduk memiliki ciri bergerak, hal ini tidaklah disebabkan karena ia dengan kemauannya sendiri dapat pergi ke tempat lain secara sadar, tetapi juga karena ia mampu menggerakkan ( memindahkan) berbagai barang dan gagasan ke alamat lain. Ia pun mampu menerima pemindahan barang dan gagasan (informasi) yang diperlukannya.
Setiap hari jutaan manusia berpindah ( bergerak) diantaranya karena pekerjaannya; setiap hari kantor pos mengirim surat dan barang serta berbagai informasi. Juga terjadi pengiriman (transportasi) barang lewat angkutan darat, laut, udara. Masih ada jenis pemindahan yang lain yaitu energi misalnya arus listrik, serta pemindahan lewat pipa seperti gas, air, minyak bumi.
Selain bentuk arus perpindahan diatas, tersedia tiga bentuk utama yaitu: (a) migrasi, jika menyangkut arus manusia, (b) komunikasi, jika menyangkut gerakan/perpindahan gagasan dan informasi, (c) transportasi, jika menyangkut materi dan energi.
2. Interaksi Keruangan
a. Faktor terjadinya Interaksi Keruangan
1.         Komplementaritas regional yaitu adanya region yang berbeda kemampuan sumberdayanya, disuatu pihak surplus dan dilain pihak minus. Kondisi ini memberikan kemungkinan terjadinya pengaliran yang besar dan meningkatkan perpindahan arus. Kondisi ini memberikan kemungkinan terjadinya pengaliran arus perpindahan yang besar. Komplementaritas antar dua kota atau kelompok manusia berkaitan dengan permintaan dan penawaran.
2.         Kesempatan berintervensi yaitu: adanya kemungkinan perntara yang dapat menghambat terjadinya perpindahan barang atau manusia.
3.         Kemudahan trasfer dalam ruang ( spatial transferability ) adalah fungsi jarak yang diukur dalam biaya dan waktu yang nyata. Komoditi tertentu yang dibutuhkan sesuatu daerah dari daerah lain yang tertentu pula, memiliki daya transfer yang tinggi, jarak yang ditempuh, biaya angkut yang memadai, dan trasportasi yang lancar merupakan kemudahan transfer dalam ruang yang menjamin lancarnya interaksi.

b. Pengertian Interaksi Keruangan
Ilmu Geografi yang mencakup arus manusia, materi, informasi, dan energi dicakup dalam pengertian interaksi keruangan, yang tercakup pula saling keterlibatan antara gejala- gejala yang ada saling berpengaruh, dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Gbr. 2.1. Interaksi


Interaksi keruangan merupakan suatu permulaan dari usaha menerangkan lokasi dari gejala- gejala, distribusinya ( pembagian, sebaran dalam ruang) dan difusinya ( persebaran, perluasan). Interaksi keruangan menurut Daldjoeni (1991;197) merupakan suatu pengertian yang dalam geografi sosial dipakai untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai pengaruh keruangan dari relasi yang ada antara manusia dengan manusia serta antara manusia dengan lingkungaanya yang dinyatakan pada arus manusia, materi, informasi, energi, sehingga menjadikan dasar untuk menerangkan gejala- gejala lokasi, relokasi, distribusi, difusi.

PENGERTIAN GEOGRAFI EKONOMI
Geografi Ekonomi = Geonomics = Economic in Space
Alexander: Economic Geography is the study of areal variation or the earth’s surface in man’s activities related to producing, exchanging, and consuming wealth.
(Alexander dan Gibson, 1979 : 6 ), Geografi ekonomi adalah studi tentang variasi wilayah dimuka bumi yang mencakup aktifitas manusia, meliputi : produksi, konsumsi, dan distribusi dalam hubungannya dengan lingkungan tempat hidupnya.
(Alexander, 1963), Geografi sebagai studi variasi keruangan di permukaan bumi di mana manusia melakukan aktivitas yang berhubungan dengan produksi, pertukaran dan pemakaian sumber daya demi kesejahteraannya.
Nursid (1988:54 ), Geografi ekonomi sebagai cabang geografi manusia yang bidang studinya struktur aktivitas keruangan ekonomi sehingga titik berat studinya adalah aspek keruangan struktur ekonomi manusia yang di dalamnya bidang pertanian, industri-perdagangan-komunikasi-transportasi dan lain sebagainya.
H. Robinson (1979), Geografi ekonomi sebagai ilmu yang membahas mengenai cara-cara manusia dalam kelangsungan hidupnya berkaitan dengan aspek keruangan, dalam hal ini berhubungan dengan eksplorasi sumber daya alam dari bumi oleh manusia, produksi dari komoditi (bahan mentah, bahan pangan, barang pabrik) kemudian usaha transportasi, distribusi, konsumsi.
(Miller, 1984), Geografi ekonomi merupakan cabang dari geografi manusia di mana bidang studinya adalah struktur keruangan aktivitas ekonomi.
(Miller dan Renner, 1957), Geografi ekonomi adalah studi tentang aktivitas-aktivitas ekonomi dan hubungannya dengan lingkungan fisikal.
Ö        Geografi pertanian
Ö        Geografi Industri
Ö        Geografi perdagangan dan industri
Ö        Geografi sumberdaya
Ö        Geografi energi
Ö        Geografi pariwisata
Ada dua pendekatan dalam Geografi Ekonomi:
  1. Pendekatan regional
Economic region:
Suatu daerah yang pada umumnya memperlihatkan suatu keseragaman dari pada hasil kerja segolongan penduduk di daerah itu dalam mengambil faedah atau manfaat dari sumber-sumber alam yang ada, dengan membedakannya dari daerah lain di sekitarnya.
  1. Pendekatan Topik
Pendekatan mengenai suatu gejala atau fenomena tertentu atau terhadap gejala-gejala pembentuk fenomena.

Region: suatu wilayah muka bumi yang karena kerjasama dan pengaruh berbagai faktor memperlihatkan suatu individualitas dan homogenitas tersendiri, dan jelas dapat dibedakan dari daerah disekitarnya.

Alexander: a region = an area juga digunakan istilah zone, belt, land, realm.
-       region fisis
-       region sosial ekonomic
-       region budaya
Hasil kerja manusia (Jones): productive occupation

Pendekatan topik:
-       Commodity approach,misalnya: karet, teh, kelapa.
-       Activity or occupational approach: pertanian karet rakyat.

Tiga masalah pertanyaan dasar dalam membahas geografi ekonomi:
Pertama: Where is the economic activity located?
Kedua: What are the characteristics or the economic activity?
Ketiga: To what other penomena is the economic activity related?
            Untuk mencari hubungan tersebut digunakan pendekatan:
1)      Analisa sebab akibat (causal relationship)
2)      Analisa hubungan fisik dan kultural
3)      Relasi intern dan ekstern (analisa dalam hubungan-hubungan ruang)
4)      Analisa korelasi (menggunakan data statistik)

MACAM-MACAM AKTIVITAS EKONOMI
Aktivitas Ekonomi manusia:
1.      Primary occupation: bidang usaha yang langsung berhubungan dgn hasil produksi dr apa-apa yg disediakan oleh alam.
2.      Secondary occupation: usaha yg berhubungan dgn proses pengolahan dan pengubahan bahan mentah atau bahan dasar mjd barang jadi/setengah jadi. Sering disebut Manufacturing atau industri dlm arti sempit.
3.      Tertiary occupation: usaha di bidang pelayanan dan jasa.
Pada negara berkembang usaha bidang primer sgt penting dan dominan. Makin maju dan tinggi tingkat teknologi peranan sektor primer semakin berkurang. Contoh: Indonesia (70%), India (70%), Zaire (80%), sedangkan Jepang (40%) dan Italia (50%). Bahkan utk negara maju dibawah 20% seperti di Inggris (5%).

Thomas, membagi 3 aktivitas ekonomi manusia berdasarkan real income :
  1. Commercial
  2. Commercial subsistence
  3. Subsistence with some commerce




MAJOR CATAGORIES OF ECONOMIC ACTIVITIES

 






























PERTUMBUHAN EKONOMI

·         Indonesia Sebagai Negara Agraris

-          Sebagian besar (70%) penduduk Indonesia tinggal di pedesaan
-          Umumnya bermata pencaharian sbg petani
-          Kepemilikan lahan sempit (< 0,5 ha/ rumah tangga tani)
-          Keuntungan dlm sektor pertanian sangat minim
·         Upaya pemerintah dlm Pembangunan Sektor Pertanian
-          Intensifikasi
-          Ekstensifikasi
·         REPELITA II Pembangunan sektor Industri didukung oleh Pertanian yang mantap.
·         Jumlah & Perkembangan manusia yang semakin tinggi yang ditunjang IPTEK, berakibat semakin kompleknya kegiatan perindustrian.

Pertumbuhan ekonomi menurut analisa Rostow :
  1. Perubahan orientasi organisasi ekonomi, politik dan sosial yang awalnya ke dalam menjadi orientasi ke luar.
  2. Perubahan pandangan masyarakat thdp jumlah anak
  3. Perubahan kegiatan penanaman modal dari tidak produktif ke arah kegiatan produktif.
  4. Perubahan cara masyarakat dlm menentukan kedudukan seseorang dlm masyarakat, dari berdasarkan keluarga/suku bangsa menjadi berdasar pada pekerjaannya.
  5. Kehidupan manusia ditentukan oleh alam menjadi manusia harus dapat memanipulasi alam sekitar utk menciptakan kemajuan.







Pertumbuhan Ekonomi (oleh Industri) Negara-negara di Dunia
(W.W. ROSTOW):
 
































PERTANIAN

Manusia memperoleh bahan makanan mula-mula dari hasil mengumpulkan (meramu), kemudian dari hasil mengusahakan hewan (ternak) atau bercocok tanam.
Meramu (Collective gathering):
  • Primitive subsistence hunting and fishing (hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri/keluarga)
Usaha Tani (Farming)
  • Primitive subsistence farming dan intensive subsistence farming (untuk memenuhi kebutuhan sendiri
  • Commercial hunting anf fishing (untuk maksud diperdagangkan)

Faktor-faktor Geografis yang mempengaruhi aktivitas pertanian:
  1. Faktor-faktor fisis
  2. Faktor-faktor sosial
  3. Faktor ekonomi
  4. Faktor politik
  5. Faktor teknologi
Berkembangnya sektor pertanian di Indonesia sangat didukung oleh faktor iklim, tanah, dan kodisi sosial budaya sebagian masyarakat Indonesia yang bercorak agraris, kecuali modernisasi dalam bidang pertanian negara kita yang dirasakan masih relatif belum maju.
Kondisi sumber daya tanah negara kita yang sebagian besar terdiri atas tanah vulkanis dan andosol serta beberapa jenis tanah lainnya (lihat kembali bab pedologi pada buku kelas X) dengan pola iklim tropis basah merupakan salah satu pendorong utama bagi maraknya kegiatan sektor pertanian. Mineral-mineral yang dikeluarkan oleh perut bumi pada saat terjadi erupsi gunung api merupakan bahan-bahan hara yang  sangat diperluka bagi pertumbuhan tanaman. Selain itu proses letusan gunung api pada dasarnya merupakan proses peremajaan tanah, sehingga tingkat kesuburan tanah vulkanis senantiasa tinggi. Oleh karena tidaklah mengherankan sebagian besar penduduk Indonesia, terutama yang tinggal di pedesaan banyak bergerak dalam sektor pertanian dan perkebunan. Menurut data tahun 1990 penduduk Indonesia yang bermata pencaharian pertanian mencapai angka 49,3% kemudian pada tahun 1991 menjadi 53,9% ternyata ada peningkatan angka.
Faktor sumber daya alam lainnya yang sangat mendukung pemanfaatan sektor pertanian antara lain ketersediaan sumber daya air, baik berupa rata-rata curah hujan yang senantiasa tinggi sepanjang tahun, air tanah permukaan dan air tanah artesis, serta air yang meliputi sungai, danau, dan perairan lainnya.
            Secara umum sistem pertanian yang biasa diupayakan penduduk di negara kita terdiri atas 3 kelompok besar, yaitu pertanian lahan basah, pertanian lahan kering, dan perkebunan.

Pertanian Lahan Basah
Sistem pertanian lahan basah sering dinamakan pula pertanian sawah. Pertanian ini merupakan salah satu jenis pengusahaan sumber daya tanah yang paling banyak diupayakan penduduk di Indonesia. Pola budi daya pertanian sawah paling optimal jika dikembangkan di wilayah dataran rendah, dengan ketinggian kurang dari 300 meter di atas permukaan laut, dimana persediaan air terutama air permukaan untuk irigasi cukup banyak sepanjang tahun.  Sebagai contoh kawasan dataran rendah sepanjang jalur pantai utara Pulau Jawa (Jalur Pantura), seperti Kerawang, Purwakarta, Bekasi, Subang, dan Indramayu merupakan ladang padi bagi Jawa Barat karena daerah-daerah tersebut sangat memenuhi persyaratan bagi pertanian sawah. Wilayah pesawahan jalur pantai utara ini terus menyambung dengan daerah Jawa Tengah. Pertanian sawah juga banyak diupayakan penduduk yang tinggal di sebagian Sumatra dan Kalimantan.
Beberapa jenis budi daya tanaman padi sawah yang biasa diupayakan penduduk antara lain sebagai berikut.
1)            Sawah Irigasi
Sawah irigasi adalah sawah yang paling tinggi tingkat produktifitasnya, dimana keperluan airnya disuplai oleh irigasi teknis, sehingga setiap saat kebutuhan air terpenuhi. Tingkat kesuburannya sangat tinggi, akibatnya panen bisa dilakukan sampai tiga kali dalam satu tahun. Sawah jenis ini banyak ditemukan di Pulau Jawa. Hal ini terjadi karena tanahnya yang subur berasal dari endapan debu vulkanis, seperti yang kita ketahui bawa di Pulau Jawa banyak ditemukan gunung api yang masih aktif. Selain itu curah hujan yang tinggi dan aliran sungai yang memungkinkan bisa dibendung untuk dibuat irigasi.
2)      Sawah Tadah Hujan
Sawah tadah hujan adalah sawah yang sistem pengairannya sangat mengandalkan curah hujan. Jenis sawah ini hanya dapat diolah jika ada air hujan. Hanya pada musim hujan saja sawah ini bisa menghasilkan dan pada musim kemarau sawah ini dibiarkan tidak diolah karena air sulit didapat atau bahkan tidak ada sama sekali. Pertanian sawah tadah hujan sangat cocok dikembangkan di wilayah yang memiliki curah hujan tinggi.
3)      Sawah Bencah atau Pasang Surut
            Sawah pasang surut adalah sawah yang terdapat di sekitar muara-muara sungai atau rawa-rawa sekitar pantai. Jenis padi pasang surut biasa diupayakan penduduk di sekitar kawasan tanah aluvial di muara sungai, sebagai hasil sedimentasi lumpur karena luapan air sungai saat air laut pasang. Sawah ini diolah hanya satu kali dalam setahun. Keperluan air untuk tanaman padi dipengaruhi oleh pasang surut air laut, sehingga jika air laut sedang pasang yang berlebihan bisa mengakibatkan meluapnya air sungai dan tanaman padi bisa terendam.
4)      Sawah Kambang
Padi kambang adalah jenis tanaman padi yang panjang batangnya biasa menyesuaikan dengan tinggi muka air pada lahan sawah. Hal yang perlu diperhatikan dalam sistem padi kambang adalah bahwa petani hendaknya mengerti benar perilaku air di daerahnya. Hasil pertanian padi kambang ini kurang baik, biasanya hanya sekitar 0,5 kali sistem pertanian irigasi.
5)      Sawah Padi Gogo-Rancah
Padi gogo rancah merupakan sistem pertanian sawah dengan mengupayakan jenis padi yang pada saat pengairan cukup baik (musim hujan) menjadi padi sawah biasa, tetapi jika tidak ada air maka sawah ini berubah menjadi padi gogo (huma).

Pertanian Lahan Kering
Di wilayah-wilayah yang memiliki ketinggian sekitar 500 – 1.500 meter di atas permukaan laut, dengan rata-rata kondisi suhu udara sedang sampai sejuk, bentuk pertanian yang biasa kita jumpai adalah pertanian lahan kering dan hortikultur. Beberapa ahli pertanian ada yang membedakan istilah jenis pertanian lahan kering dan hortikultur. Perbedaan antara jenis pertanian lahan kering murni dan hortikultur terletak pada jenis tanaman yang biasa dibudidayakan, dimana pertanian lahan kering murni biasa mengupayakan palawija, sedangkan hortikultur lebih menekankan pada sayuran dan buah-buahan, serta bunga-bungaan. Hampir semua jenis tanaman sayuran dan buah-buahan banyak diupayakan oleh penduduk di wilayah ini.

Pertanian Ladang
Pertanian ladang adalah jenis usaha pertanian yang memanfaatkan lahan kering, artinya dalam pengolahan pertanian tidak banyak memerlukan air. Tanaman yang biasa diusahakan adalah padi dan beberapa jenis tanaman palawija. Pertanian ladang ada dua jenis berikut ini. Selain itu kita juga mengenal sistem pertanian tegalan.
1)            Pertanian Ladang Berpindah
Jenis usaha pertanian ini dilakukan oleh para petani perambah hutan, di mana mereka membuat lahan pertanian ladang dengan cara membuka hutan lalu membakar kayu-kayunya, kemudian ditanami dengan tanaman huma dan palawija. Setelah lahan garapannya dirasakan tidak subur lagi, maka mereka berpindah tempat untuk mencari dan membuka lahan hutan yang baru. Jenis usaha pertanian ladang banyak ditemukan di daerah-daerah yang masih luas lahan pertaniannya, seperti : di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Sistem ladang berpindah merupakan salah satu aktivitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam yang kurang memperhatikan aspek-aspek kelestarian alam. Sering kali kita lihat meluasnya lahan kritis, kerusakan hutan, atau kebakaran akibat para petani perambah hutan.
2)            Pertanian Ladang Tetap
Jenis usaha ladang tetap ini dilakukan oleh para petani yang terdapat di Pulau Jawa, sebab lahan pertanian di Pulau Jawa sudah terbatas luasnya sehingga tidak mungkin untuk melakukan sistem ladang berpindah-pindah. Cara perlakuan dalam pengolahan ladang tetap ini sedikit berbeda dengan ladang berpindah. Pada ladang tetap ini biasanya tidak ada langkah pengolahan babat bakar kemudian tanam, akan tetapi babat, cangkul dan kemudian tanam.
3)            Pertanian Tegalan
Pertanian tegalan adalah usaha pertanian yang mengolah lahan-lahan kering menjadi lebih produktif. Budi daya pertanian tegalan ini tidak banyak memerlukan air. Jenis tanaman yang biasa diusahakan adalah sejenis palawija.
Upaya Peningkatan Produksi Pertanian
Usaha yang dilakukan pemerintah bersama-sama dengan masyarakat untuk meningkatkan produksi pertanian antara lain melalui program intensifikasi, ekstensifikasi, mekanisasi, diversifikasi, dan rehabilitasi tanah pertanian. Intensifikasi merupakan upaya peningkatan produksi pertanian tanpa menambah luas lahan yang ada, tetapi mengupayakan lahan seoptimal mungkin misalnya melalui program Sapta Usaha Tani, yang meliputi :
1)            pengolahan tanah yang baik,
2)            pemilihan bibit unggul,
3)            pengairan (irigasi),
4)            pemupukan,
5)            pemberantasan hama dan penyakit secara terpadu,
6)            pengolahan pasca panen,
7)            pemasaran hasil.
Ekstensifikasi adalah upaya peningkatan produksi pertanian dengan menambah luas lahan yang telah ada, misalnya melalui pembukaan lahan hutan, semak belukar atau mengeringkan lahan rawa untuk dijadikan tanah pertanian. Upaya ini banyak dilakukan di wilayah-wilayah yang masih luas, seperti Kalimantan dan Papua. Adapun mekanisasi pertanian merupakan upaya peningkatan produksi pertanian denganmengaplikasikan teknologi pertanian berupa mesin-mesin pertanian yang moderen dan tepat guna.
Selain intensifikasi dan ekstensifikasi, upaya peningkatan produksi juga dilakukan melalui program diversikasi, yaitu penganekaragaman jenis tanaman baik melalui sistem tumpang sari maupun tumpang gilir. Tumpang sari dapat diartikan sebagai penganekaragaman jenis tanaman pada sebidang lahan pada periode waktu yang sama, misalnya tanaman tomat ditumpangsarikan dengan sayuran. Senagkan tumpang gilir adalah sistem penganekaragaman jenis tanaman pertanian dengan sistem rotasi, misalnya padi-palawija-padi.
Rehabilitasi merupakan upaya pengembalian tingkat kesuburan tanah-tanah yang sudah kurang produktif.



Penduduk dunia terus bertambah, terutama di negara-negara berkembang. Keadaan tersebut harus diiringi/didukung oleh peningkatan pangan. Sesuai dengan apa yang dinyatakan Thomas Robert Malthus, perlu disadari bahwa kemampuan sumber daya alam sebagai penghasil pangan adalah terbatas. Untuk itu perlu diupayakan pengembangan sumber daya alam yang pada akhirnya ditujukan bagi pengembangan produksi pangan.
REVOLUSI HIJAU
Merupakan usaha pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan. Mengubah dari pertanian tradisional menjadi pertanian yang menggunakan teknologi lebih maju.
Diawali oleh Ford dan Rockefeller Foundation, yang mengembangkan gandum di Meksiko (1950) dan padi diFilipina (1960). Revolusi hijau menekankan pada SEREALIA: padi, jagung, gandum, dan lain-lain.
REVOLUSI HIJAU DI INDONESIA
Dilakukan dengan EKSTENSIFIKASI DAN INTENSIFIKASI pertanian. Ekstensifikasi dengan perluasan areal. Terbatasnya areal, menyebabkan pengembangan lebih banyak pada intensifikasi. Intensifikasi dilakukan melalui Panca Usaha Tani, yaitu:
1. Teknik pengolahan lahan pertanian
2. Pengaturan irigasi
3. Pemupukan
4. Pemberantasan hama
5. Penggunaan bibit unggul

DAMPAK POSITIF REVOLUSI HIJAU
Produksi padi dan gandum meningkat sehingga pemenuhan pangan (karbohidrat) meningkat. Sebagai contoh: Indonesia dari pengimpor beras mampu swasembada.
PERMASALAHAN DAN DAMPAK NEGATIF
1.
Penurunan produksi protein, dikarenakan pengembangan serealia (sebagai sumber karbohidrat) tidak diimbangi pengembangan pangan sumber protein dan lahan peternakan diubah menjadi sawah.
2.
Penurunan keanekaragaman hayati.
3.
Penggunaan pupuk terus menerus menyebabkan ketergantungan tanaman pada pupuk.
4.
Penggunaan peptisida menyebabkan munculnya hama strain baru yang resisten.

Organisme yang dikategorikan bibit unggul bercirikan:
1. Masa pertumbuhan pendek (cepat menghasilkan)
2. Tahan hama dan penyakit
3. Produksi tinggi dan rasanya enak
4. Adaptif terhadap kondisi lingkungan
S. Masa produksi lama

PERINDUSTRIAN
Istilah industri sering diidentikkan dengan semua kegiatan ekonomi manusia yang mengolah barang mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi atau menjadi barang yang lebih tinggi nilai kegunaanya. Definisi ini tidak seluruhnya betul sebab pada dasarnya difnisi di atas hanya merupakan bagian dari kegiatan industri atau sering disebut sebagai definisi industri dalam arti sempit. Dalam pengertian yang lebih luas industri dapat diartikan sebagai semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Industri dalam pengertian luas dibedakan menjadi 3 yaitu :
a.       Industri primer
b.      Industri sekunder
c.       Industri tertier
           
a.      Faktor-faktor yang mempengaruhi Kegiatan Industri
Beberapa faktor yang mendukung  kegiatan industri antara lain sebagai berikut ini.
1)      Bahan Mentah atau Bahan Baku
2)      Tenaga Kerja
3)      Modal
4)      Sumber Energi
5)      Teknologi
6)      Pasar
7)      Transportasi
8)      Kebijakan Pemerintah
Kegiatan industri tidak terlepas dari peran pemerintah dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan ketentuan atau perundangan tentang sistem perindustrian, misalnya ketentuan mengenai bea masuk, pajak, pembatasan ekspor-impor, penentuan jenis dan lokasi industri, undang-undang ketenagakerjaan, upah minimum regional, dan sebagainya.

b.      Pengelompokan Jenis industri
Jenis industri banyak sekali macamnya. Ada yang bergerak dalam pengolahan hasil-hasil sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, kehutanan, obat-obtan, pupuk, kendaraan bermotor, pelayanan dan jasa, serta masih banyak lagi. Oleh karena itu untuk memudahkan dalam mengidentifikasi dan mengkaji berbagai macam kegiatan manufaktur tersebut diperlukan sistem pengklasifikasian jenis industri yang didasarkan atas kriteria-kriteria tertentu.
Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang terlibat, industri dibagi menjadi 3, yaitu industri kecil, sedang, dan besar. Industri kecil memiliki jumlah tenaga kerja kurang dari 10 orang. Pada umumnya industri kecil merupakan bentuk industri rumah tangga (home industry), dengan ciri-ciri antara lain : 1) jumlah modal yang diinvestasikan relatif kecil, 2) peralatan dan teknologi yang digunakan dalam proses pengolahan relatif sederhana atau tradisional, 3) tenaga kerja yang terlibat dalam aktivitas industri biasanya tidak memiliki pendidikan atau keahlian khusus, 4) kadang-kadang tidak ada patokan jam kerja yang jelas, 5) upah kerja relatif kecil, 6) jumlah dan kualitas produksinya relatif rendah. Beberapa contoh jenis industri kecil antara lain industri kerajinan (handicraft industry), kain tenun, batik tulis, pengolahan makanan, dan lain-lain.
Tenaga kerja yang terlibat dalam industri sedang berkisar antara 10 – 299 orang. Ciri-ciri yang umum dijumpai pada jenis industri sedang antara lain : 1) modal yang diinvestasikan cukup besar, 2) peralatan yang digunakan dan cara pengolahan  bahan baku sudah lebih maju dengan penggunaan teknologi yang relatif lebih baik dibandingkan dengan industri kecil, 3) para pekerja sudah memerlukan keahlian khusus, 4) sudah terdapat patokan jam kerja, 5) upah yang diperolah tenaga kerja mengikuti ketentuan UMR, 6) kegiatan industri dilakukan di tempat khusus (pabrik), 7) produk yang dihasilkan memiliki jumlah lebih banyak dengan kualitas yang lebih baik. Beberapa contoh industri sedang antara lain industri pakaian jadi, batik moderen (batik cap), dan percetakan.
Industri besar memiliki tenaga kerja lebih dari 300 orang, dengan ciri-ciri antara lain 1) memiliki modal yang sangat besar, 2) menggunakan peralatan berupa mesin-mesin moderen, 3) memerlukan banyak tenaga kerja yang ahli atau terlatih, 4) barang yang dihasilkan jumlahnya banyak dengan kualitas tinggi, 5) selain untuk memenuhi kebutuhan domestik, produk yang dihasilkan diorientasikan untuk komoditas ekspor. Contoh industri besar antara lain industri kendaraan bermotor, pengolahan besi-baja, semen, pupuk, dan pabrik farmasi.
            Departemen Perindustrian menentukan pengelompokkan jenis industri ke dalam 4 kelompok utama, yaitu
a.       Industri Kimia Dasar, yaitu kelompok industri yang bahan baku atau olahannya menggunakan  bahan-bahan kimia. Jenis-jenis industri yang termasuk dalam kelompok industri kimia dasar antara lain industri semen, pupuk, pestisida, kertas, bahan peledak, dan ban kendaraan.
b.       Industri Mesin dan Logam Dasar, yaitu industri bahan dan produk dasar logam, perlengkapan pabrik, peralatan listrik, dan kendaraan bermotor dan alat transportasi.
c.        Aneka Industri, yaitu kelompok industri yang menghasilkan  barang-barang untuk memenuhi bermacam-macam kebuthan masyarakat. Termasuk ke dalam kelompok ini antara lain aneka pengolahan pangan atau aneka makanan dan minuman seperti susu bubuk, susu cair, minuman kaleng atau botol, kecap, penyedap rasa, mie instan, dan minyak goreng, aneka sandang seperti industri benang, tekstil, pakaian jadi (garmen), aneka kimia dan serat meliputi industri cat, deterjen, sabun mandi, korek api, dan pipa paralon, aneka bahan bangunan dan umum meliputi gelas, botol minuman, kayu lapis, dan kayu gergajian atau kayu potong.
d.      Industri Keci, yaitu jenis industri rumah tangga.

Tabel: Pengelompokan Industri Menurut Departemen Perindustrian
Kelompok Industri
Cabang Industri
Komoditi Industri
Industri Kimia Dasar
Industri Bahan Kimia
a.     Semen
b.    Pestisida
c.     Pupuk
Industri Mesin dan Logam Dasar
Industri Logam Besi dan Baja
a.     Besi Tuang
b.    Baja Tuang
Aneka Industri
Industri Makanan dan Minuman
a.     Susu Bubuk
b.    Mie Instan
c.     Minyak goreng
Industri Kecil
Industri Kecil
a.     Batik Tulis
b.    Batik Cap
c.     kerajinan

c.       Dampak Kegiatan Industri
Kegiatan industri yang dilaksanakan di suatu wilayah tentunya dapat menimbulkan beberapa dampak bagi kehidupan manusia dan lingkungan sekitarnya, baik saifatnya positif maupun negatif. Pengaruh kegiatan industri yang positif, dalam arti mendukung ke arah kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia hendaknya terus dikembangkan, sedangkan yang sifatnya negatif perlu dihindari atau diminimalisasi. Beberapa pengaruh positif kegiatan industri antara lain kegiatan ekonomi sektor industri mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang banyak, meningkatkan devisa bagi negara, tidak selalu menggantungkan diri terhadap barang-barang impor, dapat membangkitkan ekonomi penduduk sekitar kawasan industri.
Adapun pengaruh negatif yang dapat timbul antara lain : sering kali pembuangan limbah cair yang dialirkan ke sungai atau badan-badan air lainnya menimbulkan pencemaran air, apabila tidak dinetralkan terlebih dahulu, asap pabrik sebagai sisa pembakaran dapat menimbulkan polusi udara yang mengakibatkan bahang kota atau kenaikan suhu udara di wilayah perkotaan, kegiatan industri terkadang mengakibatkan kebisingan atau polusi suara, kesehatan manusia dapat terganggu oleh polusi udara, air dan tanah. Berkembangnya industri di perkotaan terkadang mengakibatkan gejala urbanisme pada tenaga kerja yang berasal dari daearah pedesaan yang sering kali bersifat negatif.
Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tetrsebut, pemerintah sudah dan sedang terus melaksanakan program-program penanggulangan, misalnya mewajibakan pabrik untuk melengkapi IPAL (instalasi pengolahan air limbah) sehingga sebelum limbah cair di buang ke badan-badan air seperti sungai dan danau atau ke tanah, terlebih dahulu telah dintralisasi, membuat undang-undang ketenagakerjaan yang melindungi hak-hak pegawai, memberi sanksi kepada pemilik pabrik yang tidak memperhatikan aspek-aspek keseimbangan lingkungan, dan sebagainya.












 






















PERDAGANGAN
Perdagangan merupakan proses tukar menukar barang dan jasa dari suatu wilayah dengan wilayah lainnya. Kegiatan sosial ini muncul karena adanya perbedaan kebutuhan dan sumber daya yang dimiliki. Sebagai contoh wilayah A merupakan lumbung bahan pangan yang menghasilkan aneka hasil-hasil pertanian, sedangkan daerah B merupakan zone industri yang menghasilkan aneka bahan olahan manufaktur. Kedua wilayah tersebut tentunya saling membutuhkan karena adanya perbedaan sumber daya yang dimiliki. Maka terjadilah inter relasi  dan interaksi dalam bentuk pertukaran barang dan jasa. Ilustrasi tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa walaupun suatu daerah subur yang kaya akan sumber daya alam, tetap saja harus berhubungan dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhan yang tidak bisa dihasilkan oleh daerahnya. Hal inilah yang menimbulkan proses perdagangan. Adapun barang atau jasa yang diperjualbelikan atau diperdagangkan disebut dengan komoditas.
Pada awal perkembangannya, perdagangan dilakukan manusia dengan cara barter, tanpa alat pembayaran yang syah. Seiring dengan perkembangan zaman maka mulai diperlukan alat tukar menukar yang syah, yaitu uang.

a.      Klasifikasi Perdagangan
Berbagai macam penggolongan jenis perdagangan dilakukan manusia berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Berdasarkan nilai perdagangannya, kita mengenal perdagangan kecil, sedang dan besar. Perdagangan Kecil yaitu bentuk pertukaran pada tingkat yang paling bawah, yaitu langsung dari produsen ke konsumen. Atau dengan kata lain merupakan bentuk perdagangan eceran, seperti warung atau toko kecil. Perdagangan Menengah terjadi antara pedagang eceran dengan pedagang yang lebih besar, misalnya grosir atau pasar induk, dengan komoditas yang lebih besar. Perdagangan Besar yaitu perdagangan yang terjadi antara grosir atau pelaku perdagangan di pasar-pasar induk dengan para produsen dalam skala besar baik melalui perdagangan domestik maupun melalui kegiatan ekspor-impor.
Berdasarkan jangkauannya proses perdagangan dibedakan menjadi dua, yaitu pedagangan dalam negeri dan luar negeri. Perdagangan Dalam Negeri merupakan proses perdagangan yang terjadi dalam satu negara. Perdagangan ini meliputi 3 macam, yaitu sebagai berikut ini.
1)            Perdagangan antar daerah atau perdagangan lokal, yaitu perdagangan antara kota dengan desa atau kota dengan kota tapi masih dalam satu daerah administrasi,
2)            Perdagangan antar provinsi,
3)            Perdagangan antar pulau atau inster insuler, misalkan Pulau Jawa dengan Kalimantan.
Adapun Perdagangan Luar Negeri yaitu jenis perdagangan antar negara, seperti Indonesia dengan Singapura atau Indonesia dengan Amerika Serikat. Perpindahan barangnya kita sebut dengan ekspor jika Indonesia mengeluarkan barang dagangannya ke luar negeri, dan impor jika Indonesia mendatangkan barang dari luar negeri masuk ke negara kita.
b.      Komoditas  Perdagangan
Komoditas barang maupun jasa yang diperjualbelikan banyak macamnya. Ada yang berasal dari produk agraris seperti pertanian, peternakan, kehutanan, dan pertambangan. Ada pula yang berasal dari produk manufaktur, maupun jasa pelayanan dan masyarakat. Secara umum kita mengenal komoditas yang diperdagankan untuk keperluan dalam negeri dan keperluan ekspor ke luar negeri.
1)      Komoditas Perdagangan Antar Daerah di Indonesia
Setiap wilayah di muka bumi memiliki keterbatasan dan perbedaan sumber daya alam dan sosial antar wilayah, termasuk di seluruh kawasan Indonesia. Keterbatasan Komoditas sumber daya tersebut mengakibatkan terjadinya arus perdagangan dalam negeri, baik perdagangan lokal, inter insuler maupun antar propinsi.
Jenis komoditas yang diperdagangkan antarpulau di Indonesia meliputi hasil hutan, pertanian, dan industri.
a)      Komoditas Hasil Pertanian dan Perkebunan
Komoditas hasil pertanian dan perkebunan yang diperjualbelikan meliputi padi, hasil pertanian hortikultur, gula tebu karet, minyak sawit, padi, komoditas hasil palawija seperti kedelai, jagung, dan ubi,. Sebagian besar komoditas hasil pertanian sawah dan hortikultur seperti sayuran dan buah-buahan dihasilkan oleh Pulau Jawa dan Sumatra. Selain untuk memenuhi kebutuhan lokal, produk pertanian dijual ke wilayah dijual ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. dan sebagian lagi dijual untuk memenuhi kebutuhan ekspor.
Komoditas Kelapa sawit banyak dihasilkan oleh kawasan pantai dan dataran rendah Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Bahan mentah industri agraris tersebut dikirim ke Pulau Jawa untuk diolah menjadi minyak sawit (palm oil), kemudian didistribusikan kembali ke seluruh wilayah tanah dan sebagian diekspor ke luar negeri.
b)     Komoditas Hasil Hutan
Komoditas perdagangan hasil hutan meliputi kayu, getah, dan rotan. Pulau yang menghasilkan banyak kayu adalah pulau-pulau luas seperti Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Jenis kayu yang menjadi andalan pulau-pulau tersebut antara lain Kamper, Meranti, Kayu Ulin, dan Eucaliptus. Pangsa pasar utama produk kehutanan dari pulau-pulau tersebut adalah Pulau Jawa serta untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

c)      Komoditas Hasil Pertambangan dan Industri
Komoditas perdagangan hasil pertambangan terutama berasal dari luar Pulau Jawa, seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Komoditas tersebut dijual ke Pulau Jawa sebagai bahan baku dan sumber energi untuk keperluan industri atau langsung diekspor ke luar negeri.
Sebagian besar lokasi industri terkonsentrasi di Pulau Jawa dan sebagian Sumatra, baik industri hulu yang mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi, seperti : industri pemintalan industri pengolahan besi dan baja di Krakatau Steel di Cilegon, Banten, pemintalan benang atau industri peralatan elektronika, maupun industri hilir hilir yang mengolah bahan setengah jadi menjadi barang yang siap pakai seperti pengolahan makanan dan minuman, garmen, industri kendaraan bermotor. Komoditas yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik yang ada di Jawa kemudian didistribusikan ke luar Pulau Jawa.
2)      Komoditas Perdagangan Luar Negeri
Secara umum komoditas perdagangan luar negeri Indonesia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu komoditas ekspor, yaitu jenis barang perdagangan yang dijual oleh negara kita ke luar negeri, serta komoditas impor yang dibeli oleh Indonesia dari luar negeri. Komoditas ekspor Indonesia berasal dari sektor minyak dan gas bumi (migas), dan non migas.
Komoditas ekspor Indonesia dari sektor migas memegang peranan penting bagi pendapatan negara. Sampai saat ini negara kita masih menitik beratkan sektor migas sebagai salah satu sumber devisa negara terbesar, disamping beberapa komoditas non migas lainnya. Hal ini terbukti dari tujuh jenis penghasil devisa negara, sektor migas menduduki peringkat pertama. Daerah tujuan ekspor migas Indonesia adalah Jepang, Singapura, Amerika serikat, Australia. Jepang adalah tujuan ekspor migas terbesar Indonesia yaitu hampir mencapai 50% dari total ekspor migas.

PARIWISATA
Aktivitas sosial-ekonomi lainnya yang banyak memanfaatkan sumber daya alam adalah sektor pariwisata. Kegiatan ini sering dihubungkan dengan perjalanan seseorang atau sekelompok orang ke suatu wilayah tertentu dengan tujuan untuk bersenang-senang, di luar kegiatan rutin atau pekerjaan harian. Ada pula yang mengartikan pariwisata sebagai perubahan tempat tinggal sementara dari seseorang atau sekelompok orang di luar tempat tinggal tetapnya sehari-hari. Hal ini dilakukan karena suatu alasan tertentu yang bukan untuk tujuan melakukan kegiatan yang dapat menghasilkan upah. Sebagai contoh, setelah bekerja selama satu minggu seseorang bersama keluarganya pergi ke kawasan Gunung Tangkuban Perahu untuk rekreasi atau refreshing. Contoh lain misalnya siswa kelas XI mengadakan study tour ke Jakarta untuk mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah, Dufan, dan Monumen Nasional.
Berkaitan dengan sektor pariwisata, kita sering mendengar istilah wisatawan dan pelancong. Kedua istilah ini tentunya berhubungan dengan orang yang melakukan kegiatan pariwisata atau tour. Berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 9 Tahun 1969 Pasal (1) dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan wisatawan adalah setiap orang yang bepergian dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain dengan menikmati perjalanan dan kunjungan itu. Adapun rumusan menurut hasil Konferensi PBB di Roma (Italia) pada tahun 1963 tentang Internasional Travel and Tourism dijelaskan bahwa wisatawan adalah seseorang yang bepergian dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain , dan berdiam di tempat itu lebih dari 24 jam dengan tujuan-tujuan meliputi : 1) untuk menggunakan waktu senggang, baik dipergunakan untuk rekreasi (berlibur), keperluan kesehatan, pelajaran dan pengetahuan, serta untuk menjalankan ibadah dan maupun olah raga, 2) untuk keperluan usaha atau bisnis, kunjungan keluarga, menjalankan tugas-tugas, serta menghadiri konferensi. Bila seseorang mengadakan perjalanan kurang dari 24 jam, maka digolongkan ke dalam pelancong. Para wisatawan ini dibedakan menjadi wisatawan domestik atau wisatawan nusantara (wisdom atau wisnus) dan wisatawan manca negara atau wisatawan asing (wisman).
Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi non migas yang sangat berperan dalam peningkatan struktur ekonomi dan proses pembangunan negara. Hal ini sangat berkaitan dengan pendapatan atau devisa negara serta pendapatan penduduk di sekitar obyek wisata. Secara khusus manfaat pariwisata adalah aebagai berikut.
a.       meningkatnya kesempatan berusaha bagi penduduk atau masyarakat yang tinggal di sekitar obyek wisata. Sebagai contoh dengan membangun fasilitas di obyek wisata yang memberikan kemudahan dan kesenangan bagi para wisatawan, misalnya fasilitas penginapan (hotel, motel, cottage dan sebagainya), rumah makan, usaha alat transportasi, penjualan cindera mata yang khas, menjadi guide atau pemandu wisata, dan usaha-usaha lainnya,
b.      sektor pariwisata juga dapat menyerap tenaga kerja yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan penduduk,
c.       pendapatan negara meningkat, misalnya berasal dari pajak baik dari para wisatawan yang datang maupun pajak  dari fasilitas sosial di daerah obyek wisata, keuntungan dari pertukaran mata uang asing dengan mata uang Indonesia untuk keprluan para wisatawan,
d.      terpeliharanya kelestarian lingkungan hidup dan kebudayaan nasional. Dengan adanya priwisata, kita senantiasa menjaga keutuhan dan kelestarian obyek wisata, baik obyek wisata keindahan alam, bangunan-bangunan dan peninggalan bersejarah, maupun budaya-budaya tradisional masyarakat.

TRANSPORTASI
            Transportasi secara sederhana dapat diartikan sebagai pergerakan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain. Menurut Whynne Hammond (1981) mengartikan transportasi: ....is services or facility by which person, goods and property are conveyed from one location to another. More over it is an organized industry created to satisfy the basic need of society.
Alexander, transportasi merupakan suatu sistem peredaran dunia. Transportasi merupakan suatu sistem karena di dalamnya terdapat unsur-unsur saling terkait dan saling tergantung, seperti adanya barang, atau orang yang akan digerakkan,prasarana berupa jalan, terminal, pelabuhan, sarana seperti kendaraan, dan aturan-aturan yang mengatur sistem pergerakan itu.
Transportasi dapat timbul karena kepentingan ekonomi yaitu untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa; dan dapat pula kepentingan non-ekonomi seperti rekreasi, militer, dan sosial. Secara ekonomis, transportasi muncul karena adanya:
1.      Distribusi sumberdaya alam tidak merata
2.      Distribusi penduduk tidak merata
3.      Perbedaan perkembangan teknologi
4.      perbedaan pendapatan penduduk dalam ruang

Geografi melihat transportasi sebagai fenomena yang lahir karena:
  1. Spatial variation
  2. spatial interastion
  3. spatial interchange
  4. spatial organitation

Faktor-faktor yang mempengaruhi transportasi:
  1. Faktor iklim
  2. Faktor morfologi
  3. Faktor geologis
  4. Faktor ekonomiFaktor teknologi
  5. Faktor politik dan kebijakan pemerintah
  6. Faktor sosial

Dampak keberadaan transportasi:
  1. Perubahan penggunaan lahan
  2. Penyebaran dan kepadatan penduduk
  3. Harga lahan
  4. Tingginya mobilitas penduduk
  5. Pembangunan berbagai fasilitas fisik lainnya
  6. Perubahan kebudayaan masyarakat secara luas
  7. keuntungan dan kelemahan jenis transportasi

1 komentar: