Kabur Ke Pantai Gunung Kidul

Pantai Pok tunggal dari tebing karang
Pantai Pok Tunggal di foto dari parkiran
Sekitar bulan mei tahun lalu, saya diajak teman untuk coba-coba tes S2 ke UGM lewat beasiswa, tesnya berupa tes Acept yaitu tes Bahasa Inggris khas UGM dan tes potensi akademik. tes acept diadakan di gedung Bahasa dan tes TPA di gedung fakultas Psikologi. pada waktu itu merupakan waktu-waktu terakhir pendaftaran jadi yang mengikuti tes sangat banyak, tes TPA diadakan hari rabu dan tes acept keesokan harinya hari jumat. jadwal pulang ke Bandung kebetulan hari Jumat sore, dan di hari jumat tidak ada kegiatan,  saya dan teman saya berinisiatif untuk mengunjungi pantai di gunung kidul. 
Pantai Drini
jadilah kami pergi ke Gunung kidul dengan meminjam motor milik adiknya atun ( teman kami yang kebetulan sudah kuliah di Jogja). dengan mengandalkan google maps kami pun mulai meninggalkan kota jogja menuju kota wonosari ibu kota kabupaten Gunung Kidul. di perjalanan sempat diwarnai insiden bocor ban karena ban motor tertancap paku, terpaksa kami pun berhenti sejenak di tukang tambal yang kebetulan tidak jauh dari lokasi kejadian. kira kira menunggu setengah jam proses tambal pun selesai. kami melanjutkan perjalanan, sesampainya di pusat kota wonosari saya membeli dulu nasi padang untuk bekal makan siang yang harganya lumayan murah. dari wonosari saya pun melanjyukan perjalanan lagi menuju pantai dengan mengikuti petunjuk jalan. saya perhatikan suasana pemukiman di Gunkid sangat sepi berbeda dengan perkampungan yang ada di Jawa barat. pepohonan di pinggir jalanpun didominasi oleh tumbuhan dan hutan-hutan jati. dan yang uniknya di pinggir dapat kita jumpai pedagang belalang goreng. 

yang mancing di pantai drini
Mercusuar di pantai baron
Pertemuan sungai dan laut di Baron


eksis dulu di tebing karang
setelah kurang lebih 2,5 jam perjalanan sampailah kami di pantai baron, pantainya cukup sepi waktu itu , ya iyalah hari jumat. kios kios pedangang pun pada tutup. bagusnya kami bisa leluasa menikmati keindahan pantai. Keunikan pantai baron adalah terdapatnya pertemuan antara sungai air tawar langsung menuju laut dan di sisi sebelah barat terdapat hutan yang masih alami. dan juga terdapat menara mercusuar menjulang tinggi di sebelah timur. di pantai baron kami hanya poto poto saja. kami pun langsung cabut lagi menuju pantai lainnya, mengingat di sepanjang pantai selatan Gunkid sangat banyak terdapat pantai ada pantai kukup, indrayanti, siung dan banyak lah..he.
Dan kami putuskan untuk menuju pantai drini, disini terdapat pelabuhan nelayan penangkap ikan dan pulau karang yang mempunyai nama sama dengan nama pantai ini. menurut saya pantai ini lebih indah dari pantai Baron karena kita langsung menghadap ke laut lepas dengan warna langit yang cerah waktu itu. setelah selesai di pantai drini. kami pun menuju pantai terakhir dan pantai yang dipilih adalah pantai pok tunggal karena pas searching di internet pantai ini sangat indah dengan pohon ikonik. 

pohon ikonik pok tunggal saat belum tumbang dan pantai nya masih sepi sekarang mah sudah rame











Pantai pok tunggal berbeda dengan pantai lainnya yang agak jauh dari jalan utama, akses nya masih jalan tanah dengan beton seadanya dan di beberapa tempat masih berbatu. sesampainya di pok tunggal saya merasa takjub akan pemandangannya. pasirnya putih ada bukit karang disisi kiri dan kanan pantai serta ombaknya yang tidak terlalu besar. saya pun mencari cari pohon ikonik pok tunggal ternyata tidak ada.....saya cukup kecewa ..kata penduduk sekitar pohonnya sudah tumbang tahun lalu karena sudah tua, tapi rasa kecewa itu terbayarkan ketika saya naik ke atas karang dan bisa menikmati pantai di ketinggian. di atas tebing karang terdapat gazebo untuk berteduh dan beristirahat, tapi disana ada tulisan biaya sewanya sebesar 20 ribu rupiah.. pas kami naik ke atas tebing karang disana tidak ada petugasnya...kami pun duduk duduk di gazebo dan kami pikir kami tidak akan bayar..he ...eh..pas sudah duduk datanglah petugas dengan tiba-tiba seperti hantu yang entah kapan dan dari mana datangnya,,dia pun langsung meminta bayaran kepada kami,,, tapi kami sedikit menolak karena kami hanya duduk-duduk sebentar...kami pun sempat berdebat dan menawar harga karena 20rb terlalu mahal...tapi apa daya kami pun kalah karena petugasnya sedikit emosi denngan matanya yang melotot...terpaksa kami pun membayar 20rb...diatas tebing karang kami hanya mengambil gambar seadanya karena waktu itu cuaca sangat panas dan terik kami pun turun ke bawah dan melanjutkan perjalanan pulang  ke jogja mengingat maghrib harus sampai di stasiun, erjalanan pulang ke Bandung.
Di perjalanan ke jogja yang sangat terburu-buru mengejar jadwal kereta, sialnya ban motor kami bocor lagi...tapi alhamdulillah nya lagi lagi bocornya dekat dengan tambal ban ( gak mau suudzhan ah..he)..katanya ban dalam motornya tidak bisa di tambal karena itu bukan bocor segeda lubang jarum tapi lubang karena robek di bekas tambalan yang pertama tadi...ya terpaksalah kami membeli ban dalam baru, dan langsung melanjutkan perjalanan lagi menuju jogja ke kosan atun dan kosan sahid.
sekitar jam 4 an kami sampai di kosan, langsung mandi, paking dan menuju stasiun...pulang lagi ke Bandung....sempat khawatir ketinggalan kereta karena jogja saat mau maghrib sangat padat lalu lintas nya..tapi untungnya kami tidak ketinggalan kereta...dan bisa pulang tepat waktu dan tiket pun tidak hangus...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sungai sungai Panjang di ASEAN

Gunung Gunung Tinggi di Negara ASEAN (Bagian 1)