Jalan Jalan Ke Citarum Purba dan stone Garden







Lagi-lagi anak-anak yang tidak ikut SP, merengek ingin jalan-jalan..mungkin mereka termasuk saya merasa jenuh karena masih menjalani prosesi kuliah yang semakin hari semakin monoton , berbeda dengan teman-teman lain yang ikut Sp mereka sekarang sedang sibuk ngajar di SMA yang tersebar di Kota Bandung..
Dan Akhirnya saya mengajak anak-anak non SP tersebut pergi ke Citarum Purba pada hari rabu 5 november 2014..Kenapa disebut citarum Purba, karena sungai itu sudah tidak dialiri lagi oleh aliran Citarum saat ini, aliran Citarum modern sudah dibelokkan ke Waduk Saguling. Aliran Citarum Purba sangat bersih, berbeda dengan Citarum modern yang sudah kotor dan berbau akibat terkena polusi dari limbah industri tekstil di hulunya di daerah Baleendah dan Kolot. Perjalanan di mulai dari UPI pukul 8 dengan naik angkot carteran, total yang ikut adalah 13 orang,,Perjalanan di mulai dengan menyusuri jalan setiabudhi-sukajadi-pasteur ( menjemput rahmat yang nunggu di BTC)- Tol Padaleunyi - Exit Padalarang - Ciburuy - Citatah - Pertigaan Saguling- Power House Saguling ( Desa Rajamandala Kulon).


((Subject cerita diganti jadi Kami hehe.. ))
sesampainya di Power House kami langsung melihat, Sanghyang Tikoro (aliran sungai bawah tanah), aliran Citarum disana terbagi menjadi 2 ada yang terus sampai ke hilir dan ada yang masuk ke Sanghyang Tikoro,,tidak ada yang mengetahui secara pasti akhir dari aliran Sanghyang Tikoro,,masih misteri dan menjadi mitos di masyarakat,, 
dari Tikoro, perjalanan di lanjutkan ke Sangiang poek,, Sangiang poek adalah gua hasil pelarutan batuan gamping namun sudah tidak aktif lagi karena tidak terdapat aliran bawah tanahnya,,kami pun masuk, disana Kami menemukan beberapa ornamen gua seperti stalaktit, gourdam, tirai dsb, ketika terkena cahaya lampu senter,,tampak ornamen  mengkilat-kilat diduga terdapat kandungan kristal dari kuarsa. untuk masuk ke Gua ini harus memakai senter karena didalamnya cukup gelap, kalau tidak bawa senter siap-siap lah kita untuk kejedot dinding gua atau terpeleset karena medannya ada yang licin. ada kejadian lucu di sini satu diantara kita gege melihat kodok yang besar dan Solehudin merasa terkejut, dan lari ketakutan entah karena jijik atau takut hehe,,
Kami beristiraahat di pintu keluar gua...pemandangan sekitar sini sangat unik,,batu-batu besar berwarna putih tampak berserakan memenuhi aliran Citarum Purba, namun dibalik itu tersimpan keindahan karena pemandangan sekitar sungai ini lain dari sungai biasanya,, Kami pun makan siang bersama-sama diatas batu yang besar,,menu makan kami adalah menu biasa anak kosan seperti mie goreng, nasi goreng, telur dadar, (biasa eta mah)..namun salah dua diantara kami membawa menu yang tidak biasa mereka adalah Vivi dan Sivyani,, mereka membawa menu tumis kangkung dan ikan dendeng ( mun sunda na mah asin deeng), merka berdua juga membawa nasi dengan porsi yang cukup banyak,,jadi jika diantara kami kekurangan nasi bisa langsung minta pada mereka hehe...
Makan selesai, tenaga pun terisi kami melanjutkan pergi ke tempat yang ada pohon beringinnya di pinggir sungai,,,air sungai di sekitar sana cukup bening dan luas bisa digunakan untuk berenang,,seperti surga yang tersembunyi kami pun bermain disana, ada yang gelantungan di pohon, berenang di air, bahkan ada yang hanya melihat-lihat saja karena takut basah (tidak bawa baju ganti katanya)..tidak lupa kami pun mengabadikan momen tersebut dengan berfoto dengan kamera milik sivyani,..
Asik bermain,,waktu   berjalan tidak terasa,, kami  beristirahat sholat diatas batu besar, sholat berjamahh;  setelah itu kami pun langsung beres-beres menuju destinasi selanjutnya..yaitu Stone Garden yaitu taman Batu yang ada persis di atas Guha Pawon..
perjalanan dari Citarum Purba ke pasir pawon sekitar 20 menit, tapi di perjalanan kami memutuskan untuk makan baso dulu di rajamandala karena lapar setelah capek bermain yang cukup menguras tenaga..
Di Stone Garden Kami membayar tiket masuk, karena belum ada besaran tarif yang pasti, kami membayar 10rb untuk 13 orang. Stone garden adalah tempat hamparan batu gamping hasil pelarutan air hujan di atas PasirPawon tepat diatas Guha pawon   Pemandangan di sini cukup indah Kita bisa melihat pemandangan pesawahan di sebelah Utara, dan kita bisa menikmati pemandangan bentukan batu unik berpadu rerumputan yang menguning karena saat itu masih musim kemarau. tak terasa kurang lebih 2,5 jam kami berada di Stone garden,, tak pernah puas rasanya berfoto di tempat yang sangat menakjubkan ini,,setiap sisinya menawarkan keindahan yang berbeda apalagi ditemani oleh cerahnya langit sore dengan angin semilir yang menyejukkan semakin betah berada diatas,,namun kami ingat kami harus pulang, besok pun kuliah, dan mang angkot menunggu di bawah..
Kami pun pulang dengan membawa cerita dan pengalaman yang berharga...
Jalan-jalan akan lebih seru jika rame-rame karena akan terasa kebersamaannya...


Komentar

  1. alam di citarum purba dan daerah sanghiyang tikoro keren beneeeer

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sungai sungai Panjang di ASEAN

Gunung Gunung Tinggi di Negara ASEAN (Bagian 1)