Pemetaan Gua Picung

Assalamualaikum wR. wB
 
akhirnya tiba saat untuk melakukan kegiatan pemetaan gua yang populer disebut caving. pemetaan gua merupakan rangkaian terakhir dari  Pendidikan Latihan Lanjutan Jantera (Diklanjut), dimana untuk menjadi Anggota Utama, Anggota Muda harus menyelesaikan proses Diklanjut ini.
Kami angkatan 32 jantera memutuskan untuk melakukan kegiatan Caving ini di Gua Picung, Sukabumi, tepatnya berada di Desa Cikarang, Kec Cidolog Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini dilaksanakan dari hari Jumat sampai Minggu 21,22,23 Februari 2014. Perjalanan dimulai pukul 15.00 Kami berangkat dari Kota bandung dengan jumlah personil 10 orang, 6 orang Angkatan 32 (yang akan Diklanjut), dan 4 orang angkatan 31 ( Instruktur). Pukul 18.00 Kami tiba di Kota Cianjur dan Singgah sejenak di rumah salah satu anggota 32, disana kami beristirahat sholat maghrib, dan makan malam untuk mengisi tenaga, karena perjalanan yang akan ditempuh sangat panjang.
pukul 20.00 perjalanan pun dilanjutkan kembali menuju Kota Sukabumi, perjalanan dari Cianjur menuju Sukabumi merupakan perjalanan yang perlu kehati-hatian, karena tidak jarang disini itu sering terjadi kecelakaan karena kondisi jalan yang menanjak dan permukaan jalan yang berlubang karena kendaraan berat ditambah lagi dengan kurangnya kondisi penerangan jalan. memasuki batas Kabupaten Cianjur-Sukabumi kondisi jalan lebih parah lagi karena jalan yang berlubang bertambah banyak, perlu konsentrasi untuk melalui jalan ini sehingga sangat dilarang untuk mengantuk bagi para pengemudi.
Pukul 21.30 kami sampai di Sukaraja Sukabumi, disana kami memutuskan untuk menginap di rumah Reza Santosa, karena sangat tidak mungkin untuk melanjutkan perjalanan mengingat kondisi kami sangat lelah saat itu, dan juga kalaupun dilanjutkan ke Sagaranten perlu waktu 2 jam lagi. daripada kami mengambil resiko akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan di pagi hari.
Nasi Goreng buatan Ibunya Reza menjadi bahan bakar kami untuk melanjutkan perjalanan ke Gua picung yang berjarak kurang lebih 70an kilometer dari Kota Sukabumi. Sepanjang perjalanan menuju sagaranten Kami melewati perkebunan pinus, singkong, padi huma, karet dan banyak lagi yang lainnya. Pemandangan perbukitan dan hutan produksi yang hijau memanjakan mata membuat perjalanan menuju Sagaranten menjadi menyenangkan. 
Kami tiba di Sagaranten pukul 10.00 tepatnya di SMAN 1 Sagaranten, Sekolah dimana Senior Kami mengajar, dia adalah orang yang paling tahu mengenai gua-gua yang ada di Sukabumi Selatan. Senior kami itu bernama Oka Sumarlin, dan biasa dipanggil Mang Oka. Kami pun disambut oleh Mang Oka dan disuruh beristirahat di laboratorium Komputer kami pun sempat menikmati fasilitas internet yang ada di sana hehe..
Karena hanya Mang Oka yang tahu mengenai keberadaan Gua Picung, jadi Kami harus menunggu Mang Oka selesai melakukan kegiatan di sekolah. JAm 13.00 Kami pun langsung melanjutkan perjalanan lagi ke rumahnya Mang oka yang terletak di Desa Cikarang, perlu waktu 1 jam untuk menuju kesana. Akses jalannya berbatu dan menanjak tapi pemandangannya sangat indah kami melewati hutan pinus, hutan heterogen, pesawahan dll.
Waduh sangat repot sepertinya jika menceritakan perjalanan menuju Gua Picung perlu waktu sekitar 1,5 jam dari rumah Mang Oka dan itu pun harus berjalan kaki dari pemukiman terakhir dekat gua, terletak di tengah-tengah vegetasi yang rapat disanalah terdapat Mulut Picung. Gua besar yang menyimpan misteri didalamnya.
Kami mulai pemetaan pukul 21.30 malam, kenapa malam??? karena gua nya sangat panjang dan perlu waktu yang banyak untuk membereskan pemetaan tersebut, jadi kami menyicilnya di malam hari.
kami melakukan pemetaan dengan metode bottom-up dimana kami memetakan dari ujung gua dulu baru ke mulut gua, jadi kami harus berjalan dulu ke ujung gua..
 Pukul 24.00 kami sudah tidak kuat melakukan pemetaan karena kondisi kami saat itu sangat capek, lelah, bicarapun tidak nyambung, dan emosi menjadi tidak stabil dan parahnya lagi kami tidak membawa makan atau minum haha..mungkin gara-gara ada sungai dalam guha kali he... kami perlu tidur dan beristirahat. Kami pun kembali ke mulut gua dan Kegiatan hari ini pun The End.....
Pukul 06.30 pemetaan dimulai kembali...
Sangat seru melakukan pemetaan gua karena kami dituntut hati-hati karena medan gua yang licin dan berlumpur juga berair karena gua itu ada sungai bawahtanahnya. dan momen yang paling tak terlupakan adalah kami harus bepapasan dengan kelelawar dan dihujani oleh kotoran dan air seni dari kelelawar, tapi Kami tidak takut karena kami memakai peralatan yang cukup aman dan memakai jas hujan.haha..

Oh ya... Kami akan memberitahu hal apa saja yang dilakukan saat pemetaan gua...Hal itu adalah :
a. Mengukur panjang, lebar, tinggi, dan kemiringan dasar guha.
b. Membidik arah jalur gua menggunakan kompas
c. Mencatat dan Menghitung ornamen Guha
d. Membuat Sketsa
e. Jangan lupa semua itu dicatat oleh notulen.

Seharian kami melakukan pemetaan, tidak sia sia kami ke guha karena kami mendapatkan pengalaman baru dan teman baru seperti udang gua, kelelawar, kodok, jangkrik, ular , lele guaha dsb. Pukul 14.00 kami selesai melakukan pemetaan. kami pun keluar dengan jalur vertikal sekitar 5 meter. dan kembali lagi ke rumah Mang oka diteruskan pulang ke bandung......
Alhamdulillah....


Kenalan dengan Gua Picung

Gua Picung adalah Gua yang terdapat di Sukabumi Selatan (Ds. Cikarang Kec. Cidolog), memiliki panjang kurang lebih 700meter bahkan bisa lebih panjang lagi karena memiliki banyak cabang yang belum diketahui ujungnya, perlu waktu 30 menit untuk menelusuri keseluruhan gua picung. diketahui terdapat 2 jalur jalan keluar atau extrance tapi cuman 1 yang bisa dilewati itupun jalurnya vertikal dan perlu sedikit scrambling dengan lebar 60 cm, yang 1nya lagi sudah terkubur oleh longsoran tanah . Gua ini memiliki sedikit ornamen seperti stalaktit, gordam,dan bone  mungkin karena umurnya masih muda, dan masih dalam proses pembentukan. Gua ini termasuk aktif karena memiliki aliran sungai bawah tanah. batuan yang mendominasi adalah batuan sedimen karena teksturnya berpasir dan mudah tergores tangan. Gua ini termasuk gua yang besar dan luas karena rata-rata tingginya kurang lebih 20 meter dan lebarnya bervariasi yang sempit sekitar 3 meteran yang lebar bisa sampai 20 meter. karena ada sungai bawah tanahnya jadi lantai Gua ini berlumpur dan dianjurkan memakai sepatu boot agar lebih nyaman dan tidak tenggelam di lumpur. Hewan Gua disini cukup Lengkap ada kelelawar, udang, ikan kecil, kodok, ular, jangkrik, serangga aneh dsb. hewan hewan tersebut merupakan penghuni gua yang jika disorot lampu,,mata mereka akan bercahaya...

Gua ini indah men...kalau kita jalan kita seperti berada diantara tirai besar disisi kanan dan kiri kita, tapi keindahnnya terganggu oleh kegiatan vandalisme pengunjung yang tidak berperikeguaan. Gua ini harus kita jaga karena berpotensi sebagai daya tarik wisata minat khusus, dan sebagai sumber pembelajaran geografi.

Wassalam
Bandung 27 Februari 2014
13.08
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sungai sungai Panjang di ASEAN

Gunung Gunung Tinggi di Negara ASEAN (Bagian 1)