BENTUK LAHAN HASIL PROSES GEOMORFOLOGI


Bentuk lahan hasil proses geomorfologi menurut verstappen dapat di klasifikasikan berdasarkan cara terbentuknya (genesis) menjadi 10 kelas yaitu :
1. Bentuk Lahan asal Struktural, merupakan bentukan lahan yang terjadi akibay pengaruh struktur geologis. misalnya pegunungan lipatan, pegunungan patahan, dsb.
2. Bentuk Lahan asal vulkanik merupakan bentuk lahan yang terjadi akibat aktivitas gunung api, contohnya kaldera, kawah, dan kerucut gunung api.



Kaldera yang ada di hawaii
3. Bentuk lahan asal denudasi, yaitu bentuk lahan yang dihasilkan oleh proses degradasi seperti erosi dan longsoran contoh, paneplain, lahan rusak dan bukit sisa.
Peneplain adalah puncak gunung yang baru terbentuk dan merupakan hasil pengerjaan tenaga eksogen.,terutama hasil erosi/pengkikisan.

4. bentuk lahan fluvial, yaitu bentik lahan yang terjadi oleh aktivitas sungai contoh, teras sungai dan dataran banjir.
5. bentuk lahan asal marine, yaitu bentuk lahan yang dihasilkan oleh aktivitas laut seperti gelombang, arus dan pasang yang menghasilkan bentuk gisik  pantai, tombolo dan laguna. Namun, kombinasi proses fluvial dan marine (fluvio-marine) sering terjadi secara bersama sama sehingga menhadilkan bentuk lahan baru seperti delta dan estuaria.
tombolo, endapan pasir yang menghubungkan pulau dengan daratan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sungai sungai Panjang di ASEAN

Gunung Gunung Tinggi di Negara ASEAN (Bagian 1)